Kamis, 06 Januari 2011

Pendekatan Sosial Budaya Dalam Praktik Kebidanan Melalui Kesenian Tradisional

Pendekatan Sosial Budaya Dalam Praktik Kebidanan Melalui Kesenian Tradisional

Bidan dapat menunjukan otonominya dan akuntabilitas profesi , melalui pendekatan social dan budaya yang akurat . Bentuk-bentuk pendekatan yang dapat digunakan dengan berbagai cara misalnya paguyuban , kesenian tradisional , agama dan sistem banjar . Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat menerima bahwa pelayanan atau informasi yang diberikan petugas ,bukanlah sesuatu yang tabu . Dalam memberikan pelayanan kebidanan seorang bidan lebih bersifat Promotif dan Preventif bukan bersifat Kuratif. Serta seorang bidan juga harus mampu menggerakkan Peran serta Masyarakat khususnya , berkaitan dengan kesehatan ibu hamil , ibu bersalin , bufas , bayi baru lahir , anak remaja dan usia lanjut. Seorang bidan juga harus memiliki kompetensi yang cukup berkaitan dengan tugas , peran serta tanggung jawabnya .

Arti kesenian itu sendiri secara umum , dikenal dengan rasa keindahan karena diperuntukkan guna melengkapi kesejahteraan hidup . Rasa keindahan yang dirasakan dapat dimiliki dan disalurkan oleh setiap orang , dengan seni seseorang pun dapat mengungkapkan sesuatu yang ingin ia sampaikan dengan tidak langsung , misalnya dengan membuat sebuah syair lagu yang isinya menyangkut sesuatu yang ingin di sampaikan .

Praktik Bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga dan masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya.

Ciri-ciri bidan yang memiliki jiwa seni :

1. Apresiasi Seni
2. Peranan Seni
3. Kesenian sebagai media penyuluhan kesehatan
4. Kesenian sebagai seni terapi

Adapun arti Seni menurut para ahli budaya , di antaranya :
1. Drs. Popo Iskandar
Seni adalah suatu hasil dari ungkapan emosi yang ingin disampaikan oleh seseorang kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat / berkelompok .

2. Ahdian karta miharja
Seni adalah kegiatan rohani yang merefleksikan suatu realitas dalam suatu karya seni yang bentuk dan isinya, mempunyai kemampuan untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya . Dan menurut beliau Kesenian Merupakan produk dari manusia sebagai homeostetiskus . Setelah manusia merasa cukup atau dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka manusia tersebut perlu dan akan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya . Manusia semata-mata tidak hanya memenuhi isi perut, tetapi perlu juga memenuhi pandangan indah serta suara merdu, semua kebutuhan manusia tersebut dapat dipenuhi melalui kesenian .


Daftar Pustaka :
• http://bidan-intan.blogspot.com/2009/12/aspek-sosial-budaya-dalam-praktek-kebidanan.html
• http://assalamualaikum/?p=81

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar